Uncategorized

Barisan Duo Mematikan di Liga Champions, Mulai Ronaldo-Bruno hingga Lewandowski-Gnabry

Liga Champions merupakan kompetisi paling bergengsi di eropa, sederet tim terbaik di benua biru saling sikut untuk membawa pulang trofi Si Kuping Besar. Segala cara dilakukan oleh tim untuk memboyong pemain terbaik guna tampil mentereng di Liga Champions. Dan di Liga Champions musim ini, menghadirkan barisan duo mematikan yang tampil istimewa serta mampu mendongkrak performa tim nya masing masing.

Kerja sama antara duo tersebut telah menghadirkan puluhan gol. Kemistri yang dibangun dan instuisi menyerang mereka mampu membuat pertahanan lawan kelimpungan. Tim yang memiliki duo mentereng jelas lebih diuntungkan untuk mampu melangkah lebih jauh di Liga Champions. Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes, keduanya menjadi top skor dan top assist bagi Setan Merah musim ini.

Kerja samanya memang tak diragukan, kedua pemain tersebut telah memahami karakter satu sama lain guna menciptakan peluang berbahaya di depan gawang dan mencetak gol. Ronaldo total musim ini telah menciptakan tujuh gol untuk United, tiga diantaranya berhasil ia ciptakan di ajang Liga Champions. Sedangkan Bruno, merupakan seorang playmaker handal yang telah menyumbangkan tujuh assist untuk Setan Merah. empat diantaranya ia torehkan untuk gol yang diciptakan CR7.

Jelas keduanya akan menjadi tumpuan Manchester United dalam laga malam nanti saat mereka bertemu tim kuda hitam dari Italia, Atalanta. Terakhir, kerja sama diantara Ronaldo dan Bruno mampu memberikan tiga poin bagi United di Liga Inggris, assist manja dari Bruno sukses Ronaldo konfersikan menjadi gol lewat finishing berkelas dengan kaki kanan. Sejak didatangkan dari Sporting Lisbon, pemain asal Portugal itu menjadi seorang goal getter sekaligus playmaker handal yang rajin menyumbangkan assist.

Bruno sudah terlibat dalam 51 gol dari 60 laga yang dijalani bersama United di Liga Primer Inggris, dengan rincian 30 gol dan 21 assist. Dalam sistem 4 2 3 1 maupun 3 5 2 milik Solskjaer, Pemain berusia 27 tahun tersebut mengisi pos nomor 10 yang lebih sering bergerak di area kotak penalti, perannya yang begitu ke depan diback upoleh dua gelandang pengangkut air, Fred dan Scott McTominay. Manchester Unitedbegitu bergantung pada kecemerlangan Bruno, ia menjadi yang tertinggi dalam halprogressive passes(6.16) begitu jugapasses attempted(63.25).

Aliran bola dan serangan United ke sepertiga akhir hampir selalu berawal dari Bruno, statisiknya begitu mencolok,passes into final thirdBruno berada di angka 4.79, lagi lagi yang tertinggi. Ronaldo sebagai ujung tombak Setan Merah adalah orang yang paling dimanjakan oleh Bruno, catatan empat assist yang sudah Bruno sumbangkan untuknya akan selalu bertambah baik di ajang Liga Inggris ataupun Liga Champions. Kemampuan finishing Ronaldo yang istimewa membuat dirinya tak kesulitan untuk mengkonfersi deretan umpan Bruno untuk menjebol jala gawang lawan.

Karim Benzema merupakan salah satu penyerang terbaik di Dunia saat ini. Gelontoran gol dan berbagai gelar prestis berhasil ia sumbangkan untukReal Madrid. Musim ini saja, Benzema sudah terlibat dalam 19 gol untuk Real Madrid, lewat catatan 11 gol dan 9 assist.

Itu membuatnya berada dalam daftar puncak top skor dan top assist Liga Spanyol hingga jornada kesebelas. Dari 19 kontribusi gol yang ia sumbangkan, 3 diantaranya tercipta di ajang Liga Champions dengan catatan 2 gol dan 1 assist. “Dia adalah salah satu pemain terbaik dalam satu dekade terakhir, karena dia melakukan banyak hal, bukan hanya gol,” puji Xabi Alonso dilansirMarca.

“Permainannya spektakuler dan sebagai pelatih aku akan senang jika memiliki pemain seperti dia. Saat Karim bermain baik, tim akan bermain baik," lanjutnya. Pernyataan mantan pemainReal Madridmemang benar adanya, kualitas Karim benzema mampu mendongkrak performaReal Madridselama beberapa musim. Pada musim lalu, ia mampu menyamai rekor yang ditorehkan olehCristiano Ronaldo.

DilansirMarca, Pemain asal Prancis tersebut berhasil mencetak rata rata 22 gol di kompetisi Liga Spanyol dalam tiga musim terakhir. Dengan rincian 21 gol di musim 2018/2019, 21 gol di musim 2019/2020, dan 23 gol di musim 2020/2021. Di musim ini, sang striker diprediksi akan lebih moncer dibanding musim musim sebelumnya, tandem sepadan dan mempesona berhasil Ancelotti poles untuk menemaninya di depan.

Adalah Vinicius Junior, secara mengejutkan, pemain asal Brasil tersebut berhasil menunjukan performa mentereng untuk Real Madrid di awal musim ini. Catatan 9 gol dan 5 assist sukses Vinicius sumbangkan untuk Los Galaticos hanya dalam 14 pertandingan. Catatan tersebut merupakan torehan terbaiknya sepanjang membelaReal Madridselama 3 musim, ia menemukan sentuhan magisnya bersamaLos Blancosdi musim ini.

Ancelotti tidak pernah meragukan kemampuan Vinicius. Ia menilai Vinicus sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di Dunia. Kemampuan menggiring dan kecepatan Vinicius menjadi senjatanya untuk melewati lawan dan menyisir dari sisi sayap. Namun, hal itu saja tidak cukup, untuk menjadi bintang Vinicius harus mampu berkontribusi dalam hal mencetak gol.

"Saya telah mengatakan kepadanya (Vinicius) bahwa untuk mencetak gol, ia harus melakukan satu atau dua sentuhan. Sulit untuk mencetak gol dengan empat atau lima sentuhan," kata Ancelotti dilansir dari BT Sport. Vinicius pun berhasil mejawab saran Ancelotti di dalam lapangan, ia juga merasa kehadiran Ancelotti memberi dampak besar bagi karirnya. “Carlo Ancelotti memberi saran kepada saya untuk mengurangi sentuhan sebelum menendang bola,"

"Sang pelatih terus memberi bantuan kepada saya ketika kami bekerja sama di Valdebebas dan itu membuat saya terus berkembang di dalam lapangan,” kata Vinicius Junior dalam wawancaranya bersama AS. Sejumlah 11 pertandingan Vinicus dan Benzema telah bermain bersama di lapangan, jika dikalkulasi keduanya telah sukses menyumbangkan 20 gol dan 13 assist untuk Los Galaticos. Mempesona! Musim ini merupakan start terbaik pemain asal Brasil tersebut selama karirnya bersamaLiverpool.

Dari 10 pertandingan, Firmino sukses menyumbangkan 6 gol dan 1 assist untuk tim yang bermarkas di Anfield tersebut. Namun, start terbaiknya menjadi hal yang biasa untuk Mane dan Mo Salah, kedua winger tersebut juga telah mencetak 7 dan 15 gol untuk The Reds di awal musim 2021/2022. Faktanya, namaRoberto Firminomemang sering kali terpinggirkan, ia kalah mentereng denganMohamed SalahdanSadio Mane.

Hal itu memang wajar, mengingat torehan gol dari musim ke musim sang striker memanglah tak sebanyak dua penyerangLiverpoollainnya. Jika Mane dan Salah telah mencapai gol ke 101 dan 109 nya di Liga Primer Inggris, Firmino baru menciptakan 70 gol. Lantas, apa yang membuat seorangRoberto Firminobegitu spesial?

“PeranRoberto Firminotidak termuat dalam statistik, Anda hanya harus menonton dan menikmatinya bermain," "Kadang saya pikir dia kurang mendapat apresiasi lantaran catatan statistiknya, tetapi dia melakukan hal yang lebih daripada itu,” kata koresponden olahraga ESPN asal Brasil, Natalie Gedra. Apa yang dilontarkan oleh Gedra memang benar adanya, Firmino adalah pemain yang berada dalam bayang bayang Mane dan Salah, ia tidak egois, dan kecerdasannya harus diliat langsung saat dia sedang bermain.

Firmino memainkan peran sebagai pemain yang berdiri di antara barisan gelandang dan barisanpertahanan lawan. Peran ini memberikan dua keuntungan bagi skema yang diusung olehJurgen Klopp. Yang pertama, adanya Firmino di posisi tersebut membuat jarak antar liniLiverpooltidak terlalu jauh, ia menjadi jembatan antara lini tengah dan depanThe Reds.

Yang kedua, Firmino memberikan ruang bagi Mo Salah dan Sadio Mane untuk merangsek masuk ke dalam kotak penalti lawan. Dan yang paling diuntungkan dalam isitimewanya peran Firmino adalah Mohamed Salah. Pergerakan tanpa bola dan asisst assist Firmino beberapa kali mampu memanjakan Mo Salah yang sering merangsek ke kotak penalti.

Jika dikalkulasi, enam dari 15 gol Mo Salah musim ini adalah andil dari sang sutradara di lapangan. Tak heran, mengapa Jurgen Klopp selalu memasang Firmino di depan meski ia tak rajin mencetak gol untuk The Reds, ia adalah tokoh utama dalam moncernya pemain asal Mesir itu untuk menggetarkan gawang lawan. Roberto Lewandowski telah mencetak 19 gol musim ini untuk Bayern Munchen, dan lima diantaranya berhasil ia torehkan saat bermain dalam ajang Liga Champions.

Pemain berusia 33 tahun itu juga berhasil memuncaki daftar top skor Bundesliga bersama Erling Haaland dengan torehan 10 gol. Lewandowski memang dikenal sebagai stiker haus gol, catatan golnya bahkan lebih banyak Ronaldo dan Messi di musim lalu dan sekarang. Musim lalu (2020/2021) pemain asal Polandia itu berhasil membawa pulang Sepatu Emas Eropa dengan torehan 41 gol.

Lewandowski melampaui para pesaing pesaingnya, seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Erling Haaland sampai Romelu Lukaku. Berkat torehan 41 gol itu juga, Lewandowski mampu melewati rekor Gerd Mueller yang mencetak 40 gol di Bundesliga 1971 1972. Lewandowski memang mentereng, tapi gelontoran gol yang ia cetak tak lepas dari peran vital barisan pemain sayap Die Rotten.

Tim asuhan Julian Nagelsmann ini punya banyak stok di posisi pemain sayap yang selalu membantu Lewandowski menciptakan ruang dan mencetak gol. Salah satunya adalah Serge Gnabry. Pemain asal Jerman itu dapat dikatakan sebagai pemain sayap paling lengkap untuk Bayern Munchen, ia bisa bermain di kiri kanan bahkan tengah dengan sama baiknya.

Musim lalu saja, Gnabry mengantongi 11 gol dan 7 assist atau rata rata satu assist setiap 133 menit. Gnarby yang memiliki tubuh kekar dan kecepatan, seringkali mampu merangsek masuk ke kotak penalti lawan. Bahkan, Lewandowki yang menjadi striker nomor 9 seringkali berada di samping untuk memberi ruang kepada Gnarby.

Hal tersebut bukannya merugikan Lewandowski, justru itu memberi ruang untuk Lewy agar pergerakannya tak mudah dibaca lawan. Atribusi sang pemain memang pada kecepatan berlari dan kemampuan dribelnya yang berada di atas rata rata. Ia juga memiliki visi bermain yang tinggi, sehingga memudahkannya untuk menampung segala peran dan tugas yang diberikan oleh pelatihBayern Munchendari musim ke musim.

Di era kepelatihan Julian Nagelsmann, pemain berusia 26 tahun tersebut lebih banyak bermain di pos sebelah kanan penyerangan Die Rotten. Nagelsmann paham betul cara memanfaatkan atribut yang dimiliki sang winger, bermain sebagai winger tak membuat Gnabry fokus menyerang dari sisi samping. Bisa dibialang dia adalah second no 10 setelah Thomas Muller dalam skema 4 3 3 milik juru taktik asal Jerman tersebut.

Gnabry seringkali muncul di posisi tengah saat proses serangan sudah berada di sepertiga akhir serangan, hal tersebut membuat Lewandowski dan Muller dan bergerak dengan fleksibel. Para barisan pertahanan lawan pun dibuat kelimpungan dengan bergerakan tanpa bola Gnabry dan kolega di depan. Apalagi ditambah dengan kecepatan dan kemampuan dribel sang pemain membuat ia mampu dengan leluasa merengangsek ke pertahanan lawan untuk mencetak gol atau menyumbang assist.

Dribbles completed Gnabry berada di angka 3.21 per pertandingan, hanya kalah dari Leroy Sane dalam skuatBayern Munchen. Yang mencolok adalah catatan xG sang pemain yang berada di angka 3.4 per pertandingannya, fleksibilitas yang diberikan Nagelsmann membuat Gnabry mampu menciptakan peluang. Tak heran jika namanya sekarang menjadi top skor keduaBayern Munchendi bawah Lewandowski dengan torehan tujuh golnya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *