Uncategorized

Arsenal vs Tottenham Liga Inggris, Situasi Sulit Harry Kane Jelang Derbi London Utara

Pekan keenam Liga Inggris bakal terhampar laga Derbi London Utara antara Arsenal vs Tottenham. Pertandingan Arsenal vs Tottenham Liga Inggris berlangsung di Emirates Stadium pada Minggu (26/9/2021) pukul 22.30 WIB. Derbi London Utara tak lepas dari yang namanya Harry Kane. Kapten Spurs itu merupakan pencetak gol terbanyak dengan gelontoran 15 gol, jauh mengungguli catatan Bobby Smith ataupun Emmanuel Adebayor (10).

Harry Kane menunjukkan spesialisasinya sebagai predator dengan menjadikan gawang Arsenal sebagai buruan utama sejak debutnya dalam Derbi London Utara 2015 lalu. Tapi, dalam pertemuan terakhir (Maret 2021) Harry Kane gagal mencetak gol ke gawang The Gunners. Spurs pun harus mengakui keunggulan Arsenal 2 1. Kapten timnas Inggris itu menyandang status top skor musim lalu. Dia mencetak 23 gol dalam 35 pertandingan, unggul satu angka dari torehan Mohammed Salah (Liverpool).

Namun, taji sang kapten musim ini belum tampak. Kegarangan Harry Kane di kotak pertahanan lawan masih minim. Dalam empat pertandingan yang telah dilakoni Harry Kane musim ini, dia hanya melepaskan empat tembakan ke gawang lawan. Catatan itu paling sedikit sejak musim 2015/2016. Padahal pada musim sebelumnya, Harry Kane minimal melakukan 10 sentuhan di area penalti lawan dalam 5 pertandingan liga.

Mandeknya keran gol Harry Kane cukup berdampak kepada timnya, Tottenham. Tottenham miskin gol, bahkan harus menanggung malu dengan kekalahan 3 0 dalam dua laga beruntun lawan tim London, Crystal Palace dan Chelsea. Apa yang terjadi dengan Harry Kane?

Pelatih Tottenham, Nuno Espirito Santo mengungkap, masalah timnya saat ini tidak hanya Harry Kane yang kesulitan mencetak gol, melainkan melibatkan seluruh punggawa The Lilywhite. "Ada begitu banyak masalah yang harus kita selesaikan. Harry Kane adalah bagian dari tim, seperti kita semua. Ini semua tentang kerjasama dan cara kita melakukan sesuatu, semua orang harus terlibat," buka Nuno Espirito Santo, dikutip dari Goal Internasional. Tottenham melaju mulus dalam 3 pertandingan Liga Inggris musim ini dengan koleksi sempurna 9 poin sebelum jeda internasional.

Son Heung Min dan kolega bahkan merasakan sejenak nikmatnya singgahsana klasemen Liga Inggris. Kondisi berbeda ditampilkan setelah itu, Spurs kalah beruntun dari Palace dan Chelsea dengan skor telak. Hal itu karena kondisi lini pertahanan mereka yang solid di awal musim dengan kehadiran Eric Dier dan duetnya, Davinson Sanchez.

Namun sayang, faktor cedera merusak ritme dan sisi defensif Tottenham Hotspur. Empat laga yang dilakoni setelah jeda internasional Nuno Espirito Santo mencari solusi, bagaimana duet lini pertahanan terbaik timnya. Sejauh ini, Japhet Tanganga dan Romero belum bisa memberi kenyamanan untuk Hugo Lloris, dibandingkan duet di atas.

Hal ini meninmbulkan sejumlah masalah, tidak hanya lemah dari sisi pertahanan tetapi juga menjadi lamban dalam serangan. Spurs era Mourinho intens bermain di area pertahanan, pemain belakang mereka kerap menyodorkan umpan panjang ataupun serangan dari bawah untuk membangun permainan hingga counter attack. Harry Kane yang musim lalu kita jumpai kerap menjemput bola dan memberikan ruang untuk Son juga tidak begitu tampak pada musim ini.

Ruang Harry Kane menyerang lebih luas, tapi lihatlah, jumlah operan progresif tim mereka saat ini berada di peringkat terbawah di Liga Inggris. WyScout bahkan mencatatkan, operan ke depan untuk membangun serangan dan mendekat ke kotak pertahanan lawan berada di peringkat ketiga terbawah. Pekan lalu, sebelum Tottenham dilibas Chelsea 3 0 di babak kedua, anak asuh Nuno Espirito Santo sangat mendominasi 45 menit pertama.

Dengan formasi 4 3 3 yang ia kenakan mampu merepotkan pertahanan Chelsea. Harry Kane dan Giovani Lo Celco bermain di sisi sayap untuk menopang Son Heung min. Delle Alli dan Tangun Ndombele yang berada di lini tengah bisa bergerak maju untuk meningkatkan intensitas serangan mereka.

Hal itu membuat pola serangan dan operan Spurs lebih cepat dari sisi tengah lapangan. Tapi di sisi lain, perubahan statis yang dilakukan Nuno dengan menempatkan Harry Kane di sisi sayap juga bisa menjadi pertanyaan, apakah tepat untuk penempatan kapten timnas Inggris itu? Dia hanya menyentuh bola dua kali di kotak penalti Chelsea sampai jeda turun minum babak pertama.

Ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Nuno Espirito Santo menemukan formula terbaik susunan pemain Tottenham. Bagaimana Harry Kane dan kolega bisa lebih nyaman dan berani dalam melakukan serangan. Kemenangan dalam Derbi London Utara nanti bisa meningkatkan kepercayaan diri tim di tengah hasil minor yang diraih dalam dua pekan terakhir.

Bahkan Goal Internasional menyebutkan, faktor kebugaran fisik Harry Kane juga menjadi pertanyaan untuk saat ini, apakah dia dalam kondisi fit? Kane sama buruknya sepanjang Euro 2020 dan setelah menjalani pra musim yang begitu singkat. Masuk akal jika Harry Kane membawa penampilan yang kurang menggairahkan musim ini. Berita Liga Inggris

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *